Showing posts with label Logo Sesanti dan Branding. Show all posts
Branding
Branding Kota Pekalongan sebagai 'World's City of Batik' digmbarkan dalam sebuah visual sebagamana tampak di atas, yang merupakan logotype dimana tulisan “Pekalongan” merupakan logo dengan penggayaan yang menggambarkan dinamisme kota yang kaya akan budaya dan tradisi dengan masyarakat yang sangat hangat & bersahabat.
- Logo diakhiri dengan lengkungan batang bunga ke atas yang menggambarkan tumbuh kembangnya kota dengan dalam semangat batik.
- Karakter logotype diadaptasi dari penggayaan pengerjaan batik, menggambarkan keunikan kota Pekalongan yang inspiratif.
- Logotype dibuat dalam 1 warna solid yang dapat tampil dalam berbagai warna, merupakan simbolisasi keluwesan kota dalam mengikuti perkembangan tren dunia.
Sesanti
Sesanti masyarakat dan Pemerintah Daerah Kota Pekalongan dalam melaksanakan pembangunan daerah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Pekalongan Nomor 5 Tahun 1992 tentang 'Pekalongan Kota Batik' Sebagai Sesanti Masyarakat dan Pemerintah Kotamadya Di Dalam Membangun Masyarakat, Kota dan Lingkungannya.
Dalam Perda tersebut ditetapkan bahwa sesanti Masyarakat dan Pemerintah daerah adalah 'PEKALONGAN KOTA BATIK', yang mengandung makna sebagai suatu tatanan kehidupan masyarakat dan aparat Pemerintah Daerah beserta Lingkungan Wilayahnya yang didalamnya mengandung arti tentang tujuan Pembangunan Kota Pekalongan yang menuju pada Kota Bersih, Aman, Tertib dan Indah dengan masyarakat yang ramah tamah ( Komunikatif ).
Tatanan kehidupan yang menggambarkan sesanti Pekalongan Kota Batik, adalah mengandung 5 (Lima) aspek yang harus ditangani dan diatur, yaitu : (1) Kebersihan; (2) Keamanan; (3) Ketertiban ; (4) Keindahan; dan (5) komunikatif.
Logo
Lambang Daerah yang disahkan tersebut di antaranya asal-usul nama Pekalongan berpijak kepada asal kata 'A-PEK-ALONGAN' yang berarti sejarah pertumbuhannya Kota Pekalongan karena tempat penangkapan ikan laut.
Secara garis besar, logo atau lambang Kota Pekalongan terdiri dari:
- Bagian kesatu, Berdasar kuning emas muda sebagai lambang sejahtera berisi lukisan “canting” memperlambang “Kota Batik”. Canting berwarna merah sebagai lambang hidup dan tangkainya berwarna hijau daun padi yang sedang tumbuh sebagai lambang kesejahteraan.
- Bagian kedua, bermotif batik “ Jlamprang” memperlambang seni batik.
- Bagian ketiga, berdasar biru menggambarkan laut berisi 3 ( trias politica ) ikan berwarna putih perak di dalam jaring berwarna hitam yang berarti sejarah pertumbuhan asal mulanya Kota Pekalongan tumbuh karena tempat penangkapan ikan laut ( A- Pek- ALONG- AN).
- Bagian keempat, perisai bertajuk lukisan benteng sebagai lambang Kota dengan 5 (Pancasila) menara, satu diantaranya yang ditengah merupakan pintu gerbang dan sedikit lebih tinggi dari yang lain, menggambarkan adanya 1 sila yang menonjol, yakni 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Yang berarti penduduknya beribadah “. Benteng berwarna hitam bata lambang kekuatan.
- PERISAI : Dasar bentuknya adalah dua tameng (perisai) bulat ialah bentuk tameng Jawa asli.
- BETENG: Daerah Kota Pekalongan dilambangkan dengan beteng Mataram, sebab Kota timbul dari beteng dan Pekalongan menurut sejarahnya semula termasuk wilayah Mataram. Warna hitam = batu, yang menggambarkan kekuatan.
- IKAN DI DALAM JARING : Lambang Kota yang asal mulanya tumbuh, karena tempat penangkapan ikan laut (A-PEK-ALONG-AN). Warna ikan putih = Perak, yang menggambarkan hasil yang berfaedah. Jaring berwarna hitam.
- DASAR IKAN DAN JARING ; Warna Bitu, yang berarti samudera yang makmur.
- CANTING : Lambang Kota Batik. Warna Canting ; Merah melambangkan perdagangan batik yang hidup.
- DASAR CANTING KUNING: Warna padi lambang kesejahteraan.
- TANGKAI CANTING : Motif batik Jlamprang berwarna hijau daun padi yang sedang tumbuh yang melambangkan senantiasa tumbuh ke arah kesejahteraan.

